sepi....

|

gambar dari sini

lentera terpagut sepi
melawan gelap yang merubung
lalui malam
lelah, kau bergumam

lentera, merebah jelaga
dalam malam yang hampir tak bersuara
hanya larik cahaya
bersahutan

sepi

Keindahan...

|

gambar diambil dari sini


pernahkah kau lihat fajar dan surya terbenam
tertambat di lereng bukit berangin itu..
yang datang dengan perlahan
dan menjelma denting lembut
seperti lagu klasik..

ku lihat april datang
dengan pesonanya..
membawa rumput semi
dan gerimis lembut..

lalu terdengar nyanyian
dari bunga merekah..
juga bisikan mesra dari laut nun jauh disana..

Pohon Bersendiri....

|

gambar dari sini

pernahkah kau termangu,
memandang sebuah pohon bersendiri di sana...
menatapi langit yang membeku ...

cabang yang menjelma lengan seorang gadis...
gemulai..
lenggok sebuah tarian...
alangkah cantiknya..!

dengarkan puisi...
dengarkan irama,
ada sebuah lagu..
tak lelah didendangkan...

iringi daun daun gugur..

sampai saatnya tiba..
ketika lelah berirama..
ketika tak ada burung yang bersandar...
ketika angin berlalu tanpa sempat menoleh..
ketika sunyi mendesir...

tinggal kerontang yang tersisa...!

ketika langit dan laut berpegangan......

|

gambar diambil dari sini



Laut di sana. Ya, laut biru di sana.
Duduk diam berpegangan pada langit.
Begitu tenangnya. Begitu menakjubkannya.
Langit berbagi biru pada laut, lalu jatuh cinta.
Kemudian saling diam, menyimpan perasaan untuk sebuah keindahan.
Akhirnya saya tahu mengapa langit selalu jatuh cinta pada laut.
Karena hanya laut yang memahami birunya langit.
Hanya laut yang tetap berada di sana meski mendung, hujan, angin berusaha menjaraki mereka. Bukankah hanya laut yang tetap menyimpan biru, meski langit sedang abu-abu?

hujan di kaca jendela....

|

aku mendengar gerimis hujan
di kaca jendela
bersenandung lembut
mengetuk-ngetuk kaca
dengan irama indah

dirubung sepi
duduk di sini diam-diam
disepanjang perjalanan ini

mendengarkan hujan
mengetuk lembut di jendela kaca

: hujan sedang mengejek kesendirianku...

saat senja, ku rindu...

|

gambar diambil dari sini

senja yang melapuk dimakan waktu

sesepi inikah?

warnanya pun tak sanggup lagi menutupi rindu....

bisikan rumput....

|
dulu kala..
banyak pengembara lewat di jalan ini..
di tepi kita sekarang bepergian..
mereka yang berani
menantang panas..
melawan dingin malam..
membawa apa yang mereka punya,
membelah gunung,
menyusuri lembah,
menyeberangi sungai,
dan melalui padang rumput..
terseok oleh kaki mereka sendiri..
membawa harapan,
mengejar mimpi,
walau kematian berganti hari..
dan suka cita hanya bualan..
mereka meredam rasa sakit itu..

ketika yang ditinggal terlupakan,
dan yang dikunjungi terabaikan..
dan hidup hanya daun kering tertiup angin..
yang tersisa hanya kehampaan..

tapi lihat,
rumah mereka masih berdiri..
dengarkan suara pantulan itu
suara anak anak mereka,
suami atau isteri mereka..
orang tua mereka..
sst..diam dan dengarkan..
pantulan suara itu..
cerita masa lalu itu..
akan terdengar sampai kapanpun..

begitulah bisikan rumput
sepanjang jalan itu...