m a l a m......

|

mencoba menggambar cetak cahaya di jubah malam

biar ada sedikit binar dalam kelam tanda ada harapan

walau harus berjuang menggoresnya sampai terang

adakah bintang-bintang bersedia membantuku menabuh genderang perang dengan ketiadaan ?

ataukah memang ini keadaan harus diarungi sebagai bagian dari perjalanan ?

kemana genggam tangan yang biasa bantu mengarahkan dalam kebutaan ?

aku sendiriankah ?.........

s e n y a p

|

masih senyap;

gerimis...

sebentar lagi senja turun perlahan ke balik bukit

mengendap merah dan daun basah jatuh ke teras

sementara aku sudah terburu-buru menghalau waktu

membaca bulir-bulir detik berikutnya


Entah......

|

kau ternyata ada,

walau malam ini aku tidak bisa melihatmu...

|


menarik senja ke peraduan
jingga direngkuh malam
pekat dililit kelam
terbenam
peistirahatan
dalam sujud maghrib penuh keinginan

hujan, akan mulai lagi mengisi rahim semesta
lalu angin membawa kabar,
"lekas kembali menghimpun diri!"
|


aku tenggelam di malam
ketika pekat meluruh di atasku

sendiri di bawah langit
dinginnya es
menyapa wajahku
dentang jam sesekali menggema

pada malam ini
aku mendengar kegelapan bernapas
aku merasakan keputusasaan tenang
mendengarkan keheningan

seseorang mungkin ada di sana
di kesepian meronta pekat
ya, mungkin seseorang ada di sana

entahlah.....

sunyi yang tergenapkan....

|



heningmu tersekap ku dekap
menggenapkan sunyimu di jemari hatiku

kelak, bila kau singgah dalam mimpiku
mungkin tak ada lagi air mata yang gugur
sebab itu telah usai dan rindu selesai dibekukan


* adegan di film naruto, saat shashuke pergi diiringi tangisan sakura.... >.<



gambar dari sini

..................

|

jika suara hujan
yang jatuh ke bunga carnation itu
dapat kau terjemahkan sebagai persinggahan
seperti itulah aku berulang

mungkin seperti itu
aku mengenali wangi parfummu….